Selasa, 17 Juni 2025

[RP] HOME: Laporan hari ini


Nama: Silvia Novia
Jabatan: Staf Pemula Serba Bisa
Tugas Utama: Bertumbuh sambil membantu sesama makhluk hidup
Pembagian Divisi:
1. Divisi PetCare: 4 kucing + catatan pengobatan dan pengamatan kesehatan
2. Divisi Penelitian Psikologi: skripsi, referensi, revisi
3. Divisi Pemeliharaan Fasilitas: kebersihan kamar mandi, cooker hood, meja makan
4. Divisi Dukungan Sosial & Tamu: bantu orang sekitar dan tamu yang datang
5. Divisi HR Internal: mengurus diri sendiri

Catatan pribadi:
- Buat to-do list harian dan coba timer-based system
- Buat ruang pemulihan rutin 2x sehari
- Buat mini weekly report seminggu sekali


[RP] Perusahaan HOME: Orientasi dan Administrasi

Selamat datang di perusahaan HOME, Silvia! 🌿
Kami sangat senang kamu bergabung sebagai Staf Pemula Serba Bisa di tim ini. Di sini, setiap tugas yang kamu lakukan punya dampak besar—bukan hanya untuk "perusahaan", tapi juga untuk makhluk hidup, relasi, dan perkembangan pribadimu sendiri. πŸΎπŸ“šπŸ§ΌπŸ‘₯🌱

Aku sebagai mentor dan koordinator divisi akan mengarahkanmu. Sekarang kita mulai dari tahap orientasi dan administrasi, ya!

Tahap 1: Administrasi dan Persiapan Awal

1. Pendaftaran diri dan tujuan pribadi
Nama: Silvia Novia
Peran: Staf Pemula Serba Bisa
Tujuan Utama: Menyelesaikan skripsi dan belajar berumah tangga
Tugas
- mengobati kucing-kucing yang sakit dan menjaga mereka agar sehat (ada 4 kucing) 
- mengerjakan skripsi psikologi sampai selesai 
- membersihkan kamar mandi, cooker hood, dan meja makan jika kotor atau satu-dua minggu sekali 
- membantu orang-orang di perusahaan itu yang membutuhkan bantuan yang mampu aku bantu 
- menyelesaikan urusan kuliah lainnya 
- membantu melayani tamu 
- membantu menjaga tamu anak-anak 
- mengurus diri sendiri (kebutuhan pokok, kesehatan fisik dan mental, serta pengembangan diri)
Kelebihan: Bisa memberi obat oral dan luar pada kucing, bisa membersihkan telinga kucing, berpengalaman dan sudah bonding dengan kucing, bisa mengerjakan tugas sendiri setelah diberi arahan, bisa bersih-bersih, sedikit mengerti teknologi, 
Kelemahan: Mudah lelah, lalai, sering terlambat hadir maupun mengerjakan tugas, tidak teratur, emosian, sering lemas dan terkadang absen, dan terkadang mengerjakan seadanya atau tidak sama sekali
Sumber Energi: Membaca novel, menonton film, menonton video, jajan, minum susu, karaoke, rebahan, dan tidur
Stresor: Teguran, kegagalan, ketidaksempurnaan, konflik, suara ribut dan bising, panas matahari, kelelahan, tekanan, tuntutan, merasa tidak dimengerti atau disalahpahami
Waktu produktif: Jam 8-11, Jam 4-6, Jam 6 atau 7 ke atas. 

2. Jadwal dan Pembagian Divisi
Divisi PetCare: 4 kucing + catatan pengobatan dan pengamatan kesehatan
Divisi Penelitian Psikologi: skripsi, referensi, revisi
Divisi Pemeliharaan Fasilitas: kebersihan kamar mandi, cooker hood, meja makan
Divisi Dukungan Sosial & Tamu: bantu orang sekitar dan tamu yang datang
Divisi HR Internal: mengurus diri sendiri

Weekly Schedule:
Senin: Solat subuh, mandi, memberi obat kucing sakit, sarapan, istirahat sebentar, mencuci dan menjemur baju, solat dzuhur, belajar atau tidur, memberi makan kucing, makan, solat ashar, mengerjakan skripsi atau mengurus kucing, solat magrib, solat isya, mengerjakan skripsi atau istirahat, memberi obat kucing, tidur 
Selasa: Mandi, makan, pergi kuliah, pulang, memberi obat kucing, dsb
Rabu: Kira-kira sama, tambahan - membuat weekly report
Kamis: Tambahan - memakai masker wajah
Jum'at: Tambahan - isirahat, membersihkan kamar mandi
Sabtu: Tambahan - membersihkan meja makan, melayani tamu
Minggu: Tambahan - melayani tamu, membersihkan cooker hood

Tahap 2: Tes Awal dan Evaluasi Ringan

1. Tes gaya kerja dan energi:
- kapan kamu paling produktif: Pagi dan sore hari, ketika tidak terlalu panas atau pun dingin, ketika tidak banyak distraksi 
- tipe kerja: to-do list, karena tugas biasanya harus di kerjakan hari itu juga, misalnya mengobati kucing 2 kali sehari, menyelesaikan tugas A. Tapi, time based terdengar menarik meskipun aku ragu akan berhasil karena aku sering melakukan sesuatu dengan lamban
- Hal yang bikin gampang down
2. Self check kesiapan mental & fisik
- Seberapa sehat aku saat ini (1-10): 5
- Apakah aku tidur cukup, makan cukup, dan punya waktu istirahat: Tidur cukup (ya), makan cukup (sering telat), waktu istirahat (ada tapi tidak optimal karena procrastinating, stres, adiksi, dan terkadang terlalu banyak hal di hari itu, namun jarang).

Tahap 3: Briefing Umum
Prinsip Perusahaan:
🌱 Prinsip 1: Progress is progress
Tugasmu tak harus selesai sekaligus. Tapi kalau kamu menyentuhnya hari ini, itu sudah kemajuan.

🧭 Prinsip 2: Tugasmu penting, tapi kamu lebih penting
Jaga dirimu, baru kamu bisa jaga yang lain.

⚙️ Prinsip 3: Setiap hal di sini bisa kamu desain
Mau pakai sistem poin, alarm lucu, playlist kerja, atau sticky note penuh emotikon? Terserah kamu. Yang penting cocok untukmu.

---------------------
Evaluasi Awal 17/6/25
Kelebihan: Keahlian dasar, self-awareness, niat kuat
Catatan mentor: Ini modal yang luar biasa. Banyak orang baru justru belum sadar kekuatannya sendiri. Kamu sudah bisa langsung diarahkan ke level “penguatan sistem kerja”

Tantangan: Mudah lelah dan lalai, emosian dan tidak stabil, kadang absen atau mengerjakan seadanya, sering telat dan tidak teratur
Catatan mentor: Kita tidak akan mengharapkan kesempurnaan darimu. Fokus kita adalah membangun sistem kerja yang fleksibel, ringan, dan menyemangati, bukan menekan

Rencana aksi awal dari mentor:
1. Aktivasi Sistem Timer-Based untuk Divisi Skripsi dan Perawatan Diri
Sistem timer ringan agar tugas berat terasa ringan
πŸ“Œ Contoh untuk divisi skripsi:
Pasang timer 25 menit → kerjakan bagian skripsi apapun → istirahat 5 menit → ulangi 2–3 kali sehari.
Satu sesi bisa kamu beri nama, contoh: "Sesi 1: Latar Belakang Bab 1"
πŸ“Œ Contoh untuk divisi perawatan diri:
Timer 10 menit → mandi → timer 10 menit → minum + duduk tanpa layar.
Jika terasa membosankan, kamu boleh mendesain ritualnya: lilin aroma terapi, suara sungai di YouTube, dll.

2. Sistem Ringan untuk Kelelahan dan Emosi
  • Ruang pemulihan rutin: 2x sehari kamu cek perasaan dan energimu, lalu beri waktu 5-15 menit untuk pemulihan (tidur singkat, minum susu, mendengar musik, dst).

  • Kode warna cuaca emosi (bisa kamu catat di jurnal atau sticky notes):

    • 🌀️ = stabil

    • 🌧️ = drop, butuh istirahat

    • πŸŒͺ️ = panik atau marah

    • 🌈 = semangat

Tujuannya: menormalkan naik-turun suasana hati dan menjadikannya sinyal, bukan hukuman.

3. Mini Weekly Report - Mentor Edition (untuk hari Rabu)
Format weekly report:
Hal terbaik minggu ini:
Hal tersulit minggu ini:
Apakah kamu sempat memulihkan diri? Bagaimana?
Apakah ada tugas yang belum selesai? Mengapa?
Satu hal yang kamu syukuri minggu ini:
Satu hal kecil yang ingin kamu perbaiki minggu depan:

4. Surat Penugasan Resmi & Badge Simbolis
πŸŽ“ Selamat, Silvia! Kamu resmi menjadi Staf Pemula Serba Bisa di perusahaan HOME.
Tugas utamamu adalah bertumbuh sambil membantu sesama makhluk hidup, menjaga stabilitas diri, dan menyelesaikan proyek penting: skripsi.
Bersama waktu, kamu akan naik level, belajar mengelola ritme kerja, dan mendesain hidup versi terbaikmu.
Badge pertamamu: 🐾 Penjaga Kesehatan Kucing
Badge kedua: 🧠 Peneliti Psikologi Pemula

Kamu hebat telah memulai. Kini, mari terus melangkah bersama

Kamis, 12 Juni 2025

Tapi memikirkan sekolah aku jadi berpikir juga soal realita kehidupan, karena berhasil di sekolah tidak menjamin kesuksesan. Nyatanya hidup bukan hanya tentang memperhatikan penjelasan guru, mengerjakan tugas, dan lulus ujian. Tapi juga tentang menentukan hal yang ingin diusahakan dari banyaknya pilihan, memilahnya dari hal-hal yang tidak relevan, kemudian mengusahakannya meskipun ada banyak rintangan, lalu memodifikasinya sebisa mungkin sehingga hal itu akhirnya bisa mendatangkan keuntungan. 

Yah aku akui memang beberapa hal itu diajarkan di sekolah atau kampus, namun sejak dulu aku tidak tahan hingga menghindari hal-hal rumit seperti itu. Padahal itu adalah latihan untuk menghadapi dunia yang sesungguhnya.

Memang, sebetulnya masih belum terlambat untuk berusaha, sekecil apa pun itu. Meskipun rasanya sangat sulit dan tekanan muncu di sana sini. Meskipun perasaan takut dan lelah mendorong untuk mundur. Meskipun aku terlalu banyak memikirkan bagaimana harus memulainya atau bagaimana aku menghadapi rintangannya nanti. 

Bagaimana pun, aku terus terseok-seok di garis start sementara orang-orang terus maju di depan. Berharap ada teman yang bisa menemani, namun aku tidak bisa memanggil mereka yang sudah di depan. Aku juga tidak bisa bersandar pada teman yang kebetulan berpapasan, karena baik aku dan dia punya jalurnya sendiri. Aku tidak bisa mengikutinya karena aku terkadang berhenti dan berpikir kalau perlombaan atau perjalanan ini tidak mampu aku hadapi.

Kadang aku berpikir kalau rutenya salah, kalau aku sebaiknya mundur dan memutar jalan. Tapi kadang aku tak yakin begitu. Mungkin bukan rutenya yang salah, tapi aku yang tidak serius dalam menjalaninya. Mungkin aku tidak yakin bahwa perjalanan ini pantas untuk dilakukan atau mungkin aku berpikir kalau ada hal lain yang lebih baik dibanding melakukan perjalanan tersebut. 

Mungkin aku merasa aku tidak pantas untuk mengikuti perjalanan itu atau tidak pantas mencapai akhir dari perjalanannya. Mungkin aku tidak yakin kalau ada akhir dari perjalanannya atau mungkin aku merasa perjalanannya terlalu berliku-liku dan sulit, meskipun aku berusaha, tidak akan ada bedanya jika aku gagal. 

Kerumitan dan rasa tidak yakin membuat kabutnya semakin mengaburkan. Untuk kesekian kalinya aku terjebak dalam kebingungan, rasa lesu, dan rasa tidak percaya.

diary 12/6/25

Aku kangen dengan masa sekolahku dulu, ketika diberi diajarkan, lalu diberi tugas, lalu aku berusaha mengerjakannya dan berhasil. Masa-masa yang sangat menyenangkan dibanding saat ini aku merasa malas dan kabur, aku merasa lesu dan tak berdaya dengan hidupku. 

Namun, aku masih berani mengakui kekurangan ku dan kegagalan ku, yang akan menjadi bekal agar aku bisa membuat keadaanku lebih baik. 

Aku:

🧭 Berani
πŸ’‘ Penuh ide dan rasa ingin tahu
πŸ’ž Ingin bermanfaat
πŸ”₯ Punya niat untuk hidup dengan tujuan


Momen yang membuatku hidup:

Belajar hal yang menakjubkan

Imajinasi dan petualangan

Obrolan seru dengan teman

Membantu orang dengan kemampuan

Jalan-jalan dan membaca cerita seru


Aku punya tujuan:

Lulus secepatnya. Bekerja yang ringan. Bertumbuh perlahan. Mandiri. Membantu keluarga. Belajar lebih banyak.

Dan yang aku butuhkan sekarang bukan perubahan besar, tapi:

Istirahat emosional yang sehat

Teman berpikir dan berproses

Langkah-langkah kecil dan berarti

Penerimaan dan keberanian untuk bergerak perlahan

Senin, 09 Juni 2025

Diary 9/6/25

Aku sempat bertanya di GPT cara untuk memulai hidup dari nol, alasannya karena aku tidak menyukai hidupku yang sekarang dan menyesali apa-apa yang aku lakukan dulu. Aku ingin keadaan ini berubah. 

Tapi, aku tidak tahu bagaimana caranya. Sekalipun aku tahu, aku berulang kali gagal dalam usahaku. Mungkin aku kurang berusaha, seperti belum mendapatkan cara yang tepat atau belum berusaha maksimal. Mungkin ketika aku gagal, aku menjadi diam atau mundur dari usahaku, menganggap diriku tidak akan bisa mencapai itu.

Aku tahu tidak ada cara yang 100% akan berhasil karena hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Tapi ayolah, apa yang salah? 

Apakah tujuanku yang kurang jelas? Apakah aku berada di tempat yang kurang mendukung? Apakah aku terlalu malas atau terlalu takut? Apakah aku terlalu banyak menyalahkan keadaan? Apakah aku terlalu banyak mengeluh atau bercanda sehingga kurang maksimal?

Aku juga berpikir, mungkin keyakinanku kurang kuat. Aku tidak cukup yakin kalau aku bisa. Aku tidak cukup yakin kalau itu yang aku inginkan. Aku tidak cukup yakin kalau apa yang aku lakukan benar. 

Perasaan lemah dan tak berdaya ini menempel erat padaku dan mungkin mengubah mindset ku. 

Aku mencoba untuk perlahan-lahan mengubah keadaanku. Tapi, apakah waktu akan menunggu aku siap sebelum hal-hal besar terjadi? 

Mungkin sebaiknya aku jangan terlalu perfeksionis. Tidak masalah jika aku hanya melakukan sedikit hal, tapi aku bisa bertahan dengan hal yang sedikit itu.

Bertahan hidup, membiayai diri sendiri untuk segala aktivitas yang aku lakukan. 

Rabu, 28 Mei 2025

Journal

Aku merindukan perasaan dan pemandangan ini, sekalipun aku belum pernah benar-benar melihatnya dengan mata dan kepalaku sendiri. 

Tapi aku pernah merasakan indahnya kota di malam hari. Perasaan yang aku simpan dengan aman di dalam hatiku dari gambaran-gambaran yang aku lihat sewaktu kecil, kadang menjadi pelipur lara. Kenangan yang memanggil-manggil dengan suara kecil nan misterius, perasaan nostalgia sekaligus takjub dari kilasan ingatan yang sudah bercampur dengan imajinasiku. Sebuah potongan memori yang selalu kabur saat aku berusaha memotretnya. Ia berbicara dalam bisu, menggandeng tanganku yang menguap, hingga ia meninggalkanku.


"Sampai nanti" serunya singkat, seraya menghilang ke dalam kegelapan malam. 

Senin, 26 Mei 2025

Diary 27/5/25

Aku merasa lelah karena banyak menonton YouTube. Aku merasa lelah karena beberapa hal, aku tidak yakin apa saja itu. 

Aku merindukan zaman di mana aku bisa berhadapan dengan kebosanan dan lingkungan yang tidak terduga, melarikan diri dengan berjalan-jalan tanpa tujuan di sekitar rumah, menulis, menggambar, dan bermain sengan imajinasiku. 

Dunia ini membuat khawatir dan aku khawatir dengan dosa-dosaku dan dosa keluarga ku. Tapi, aku begitu lemah. Mendengar kabar buruk dari penderitaan di luar sana atau kalimat motivasi dari orang yang berpengalaman hanya membakar semangatku, tapi tidak dengan tubuhku. Aku sulit bergerak.

Seperti tidak ada jaminan dan tidak ada orang yang membimbingku agar aku bisa yakin dengan apa yang akan aku lakukan. 
Aku terlalu takut untuk mencoba. Aku bahkan takut untuk membuka diri.

Aku tidak nyaman dengan diriku yang bodoh dan pengecut. Namun aku terlalu nyaman dengan pelarian-pelarian, berkata bahwa aku baik-baik saja. Pemaafan yang tidak seharusnya aku dapatkan. 

Kadang, aku ingin orang lain memarahiku, bukan berkata dengan lembut kalau masih ada harapan, kalau aku pantas untuk bergerak lamban, kalau aku pantas untuk beristirahat. 

Seperti kata sejarah, orang yang beristirahat terlalu dini, akan dikalahkan kejamnya dunia. 

Yah, aku tidak seratus persen menginginkan atau setuju dengan hidup tanpa istirahat. Aku adalah orang yang suka bersenang-senang. 

Namun aku lelah hanya menjadi penonton malas yang hanya menunggu orang lain untuk mengisi peran yang kosong, lalu mengeluh saat dramanya jelek. 

Bukan, faktanya aku adalah bagian dari pemain di panggung, yang kerjanya hanya membebani orang lain dan bikin kesal penonton. Aku tahu itu. 

Kecewa, mungkin aku merasa begitu terhadap diriku sendiri. Tapi, aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Bukannya aku tidak berusaha mencari tahu, tapi setiap aku mencoba menjadi tokoh yang baik, aku mulai merasa buruk dengan diriku sendiri. 

Apa buktinya? Bukankah aku hanya tidak suka berusaha dan lebih suka menjadi penonton? 

Ketika aku berusaha, maka aku memindahkan keadaan diriku dari yang tidak berusaha apa-apa dan tidak menyebabkan apa-apa, menjadi orang yang usahanya terlalu kecil atau jelek. Lebih baik aku tidak mengambil tanggung jawab itu sama sekali. 

Aku telah melihat, kalau dengan aku diam saja, orang lain tidak akan berekspektasi dan menyerahkan tanggung jawab itu kepadaku. Aku merasa bebas dari segala macam perasaan bersalah dan aku bisa menikmati kenyamanan. 

Berusaha belajar hanya untuk mengetahui hal yang tidak berguna, menghabiskan daya secara cuma-cuma, atau menggunakan pengetahuan itu untuk membuat orang lain menjadi buruk karena merasa bodoh. Tidak ada manfaat yang dihasilkan.

Berusaha mengerjakan sesuatu yang entah apa gunanya atau malah berdampak buruk. 

Semuanya terasa buruk jika begitu. Memang, dunia ini mengkhawatirkan. Tapi aku tak yakin ada hal baik yang datang tanpa adanya kegagalan di baliknya. Kegagalan untuk menjadi orang baik diperlukan untuk benar-benar menjadi baik, bukan orang yang terus-menerus menjadi baik tanpa cela. 

Dari mana semua keburukan itu muncul? Dari orang yang membiarkannya begitu saja dan dari orang yang berhenti berusaha menjadi baik. Dari orang-orang yang menipu diri kalau semuanya baik-baik saja meskipun mungkin dia tidak menginginkan adanya keburukan itu, tapi seperti aku, dia menyerah begitu saja dan memilih yang paling menyenangkan untuk dirinya sendiri. 

Apakah aku bagian dari orang-orang tercela itu? Kalau iya, aku tidak yakin orang-orang akan peduli dengan nasibku kalau aku hancur. Bohong. Orang lain akan merasa kasihan kepadaku, karena mereka sudah merasakan kebahagiaan itu, hal yang tidak aku miliki. 

Kebahagiaan untuk melakukan yang terbaik untuk alasan apapun itu, yang membuat mereka melampaui rasa lelah, malas, takut, dan sakit. Mereka selalu bangkit dari hal-hal yang menjatuhkan mereka dan tidak membiarkan diri mereka tenggelam. 

Apakah aku juga bisa begitu? Mengapa aku mau? Mengapa aku bisa?

Kupikir rasa takut bukan jawabannya karena tidak cocok dengan ku yang ceroboh. Kalau begitu apakah rasa cinta bisa menggerakkan aku? Sesuatu yang belum pernah aku rasakan sepenuh hati. 

Rasa cinta membuat aku kecewa karena mencintai sesuatu yang salah dengan cara yang salah. Tapi mungkin, ada ruang di mana ada cinta yang tidak membutakan tidak bisa dibutakan. 

Apa itu?

Jumat, 16 Mei 2025

Yang sebenarnya tentang penampilanku

Penampilanku ketika di luar rumah, terutama ketika pergi ke kampus adalah mengenakan atasan berlengan panjang/jaket, celana/rok panjang, dan kerudung panjang menutup dada. Terlihat cukup islami.

Namun, diriku jauh dari itu. Aku tidak tahu atau tidak menerapkan banyak hal yang diajarkan Islam. Hubunganku dengan Tuhanku juga tidak sebaik itu. Aku pernah merasa kecewa, aku pernah menjauh, aku pernah terpengaruh perkataan orang-orang di internet yang membuatku memahami agamaku dengan cara yang salah. 

Meski saat ini sudah mengetahui kalau beberapa hal yang dulu aku pahami atau lakukan ternyata salah, masih ada sisa-sisa dari masa-masa itu yang masih aku bawa sampai sekarang. Keraguan dan pemahaman yang salah kadang begitu sensitif buatku, termasuk ketika membahas dan mendengar beberapa hal yang bersinggungan ke sana. 

Perasaan lain juga kadang muncul seiring banyaknya hal yang terjadi dalam hidup, membuat aku semakin menjauh dari Islam, sedikit demi sedikit. Imanku bisa naik dan turun, hingga turun jatuh ke titik aku tidak melakukan kewajibanku atau memiliki pikiran yang mungkin terlalu negatif.

Karena itu, sebetulnya aku benci penampilanku. Aku merasa palsu. Namun aku tidak kuat untuk mengubah penampilanku di depan teman-temanku, karena takut. Tak yakin, mungkin takut akan dihakimi, mungkin takut itu akan membawa pengaruh buruk. 

Namun aku tidak suka pikiran bahwa aku adalah orang muslim yang baik, aku tidak tahu apa-apa tentang Tuhanku, aku tidak tahu banyak hal, bahkan yang mendasar tentang ajaran agamaku, aku merasa aku manusia yang berdosa.

Di sisi lain, penampilanku membuat orang-orang bersikap berbeda, atau mungkin juga karena sifat ku yang "people pleasing". Tapi aku senang kalau penampilanku bisa memudahkanku dalam menjalankan perintah-Nya. Meskipun, aku tahu aku baru bisa melakukan sedikit dan masih banyak dosa yang aku terus lakukan.

Rabu, 14 Mei 2025

Jarak

Aku terkadang mambayangkan bagaimana kehidupan di masa lalu, di saat semua orang tidak sibuk dengan dunia mereka sendiri. Saat di mana keluraga dan teman tidak berjarak terlalu jauh dari rumah. Ketika kita semua masih terhubung dalam kebiasaan, kesukaan, dan aktivitas yang sama. Rasanya sangat menenangkan..

Aku ingin tinggal dekat dengan keluarga dan teman-teman ku. Meskipun banyak yang harus kita lalui untuk saling menjaga hubungan baik, namun semua tetap dikerahkan, menjadikan hubungan yang setia pada akhirnya.

Yah, tidak semua orang menginginkan itu, tapi cukup dengan beberapa orang terdekat. 

Rasanya aku begini karna aku sedang merasa jauh dari orang-orang terdekatku.

Senin, 07 April 2025

Belajar 7/4/25

Hari ini sebetulnya tidak terlalu terstruktur, aku banyak menunda hingga melewatkan waktu untuk melakukan beberapa hal penting dan tidak melakukan beberapa hal, termasuk mengerjakan skripsi. Disaat aku merasa bersalah karena banyak bermain game dan bermain hp menjadi alasan aku menunda to-do list ku, aku memikirkan perkataan tanteku soal sebaiknya waktu jangan banyak dibuang dan aku mesti mempersiapkan diri untuk pekerjaan ku nanti. Lalu, aku yang sudah lama kepikiran untuk berlangganan aplikasi kursus online kemudian ngide untuk mencari aplikasi terbaik untuk kursus online di playstore. 

Aplikasi nomor satu #top grossing di kategori edukasi adalah Duolingo, yah memang aplikasi ini sangat terkenal dengan banyak tanggapan baik soalnya. Kemudian disusul Elsa speak atau aplikasi belajar bahasa inggris dibantu A.I sebagai lawan bicara kita (pengalaman lamaku begitu). Aplikasi berikutnya aku tidak hafal, tetapi aku menemukan Udemy sebagai aplikasi kursus terbaik, di mana kita bisa belajar banyak kemampuan di sana. Aplikasi ini juga sudah cukup lama tersimpan di memoriku meski aku tidak tahu detailnya, jadi aku beranggapan aplikasi ini memang bagus, dan aku mendownloadnya (juga Elsa, Duolingo aku sudah punya). 

Setelahnya aku membuat akun dan melihat-lihat kursus di sana yang sesuai dengan minat dan rencana kerjaku. Sebenarnya sebelum mencari sendiri, sudah ada pilihan preferensi untuk bidang dan tingkat kompetensi, namun aku kurang suka karena pilihan yang sedikit dan tidak begitu sesuai hasilnya dengan kursus yang ku anggap bagus, jadi lebih baik mencarinya sendiri. Untungnya ada lebih banyak jenis kursus daripada yang terlihat pada saat tadi.

Singkat cerita, aku mengambil trial 7 hari untuk entah apa karena aku tidak baca, tapi sepertinya agar bisa akses video-video non-berbayar, karena ada video-video yang perlu dibeli dan tidak mendukung premium. Aku mengambil kursus yang paling menarik perhatianku sejak awal, yaitu kursus DBT atau dialectical behavior therapy, sebuah jenis terapi psikologis dengan mengobrol dengan terapisnya yang biasanya digunakan untuk borderline personality disorder hingga gangguan cemas dan depresi. Untuk kursus satu ini tidak perlu background pendidikan di bidang psikologi, meskipun untuk menjadi terapis memang harus memiliki pendidikan formal di sana, namun memang ditujukan untuk siapa pun yang tertarik mempelajari bidang ini. Untukku sendiri, aku ingin mendalami DBT karena entah tidak diajarkan atau aku memang yang kurang belajar πŸ˜…, namun DBT mungkin bisa bermanfaat untuk aku sendiri.

Psikolog yang mengajar berasal dari Kazakhstan yang tinggal di Inggris, logatnya unik tapi masih bisa dipahami, karena sayangnya tidak ada subtitle berbahasa indonesia untuk kursus satu ini (kursus lain ada yang punya), dia menjelaskannya di episode pertama. Kemudian dia juga menyarankan agar penonton menulis catatan untuk diri sendiri dan aktif dalam menjawab pertanyaan, merefleksikannya, atau membaca sumber yang lebih lengkap, seperti dari bacaan yang beliau berikan, tujuannya tentu agar materi yang dijelaskan lebih masuk dan kita mendapat lebih banyak manfaat dari apa yang kita ingin pelajari. Pembukaan yang cukup mantap bagiku.

Lalu di episode2 berikutnya saat mulai materi, psikolog.. memulai dengan menjelaskan apa itu konseling dan terapi serta perbedaan antara keduanya. Singkatnya, konseling adalah talking therapy dimana klien menyampaikan masalah dan perasaan mereka kepada terapis dalam lingkungan yang konfidensial dan dapat diandalkan. Di sini juga dijelaskan bahwa konselor dalam tugasnya yakni sebagai asisten yang mendengarkan dengan empati, lalu mengarahkan klien dalam memetakan atau memperjelas masalah yang mereka miliki untuk membantunya, namun tidak memberi saran, menghakimi, berusaha menyelesaikan, terlibat secara emosi, atau pun melihat masalah dari sudut pandang, nilai, maupun pengalaman konselor. Beberapa hal tersebut membuatku merefleksikan sikap ku dalam menanggapi curhatan teman atau orang lain yang banyak melibatkan penilaian juga saran-saran yang entah cocok atau dibutuhkan oleh mereka atau tidak. Kelas ini sudah memberi manfaat yang cukup banyak padaku dan membuatku ingin terus melanjutkannya, semoga tidak menjadi alasan aku menunda skripsi :'

Aku terpikir untuk menuliskan pengalaman ini di blog setelah membaca habit tracker yang aku buat beberapa saat lalu, yang sudah ku kosongkan selama sebulan lebih. Ternyata aku juga punya misi untuk latihan menulis, yaitu merangkum apa yang aku baca dan dengar dari obrolanku dengan GPT waktu itu, jadi sekalian saja aku tulis di sini :)

Rabu, 02 April 2025

Pemanasan kembali

Sudah agak lama aku belum melanjutkan progres belajar ku yang lalu :') jadi, aku akan mulai lagi. 

Ternyata, dalam rencana belajar yang sudah dibuat, aku melewatkan belajar bahasa, membaca, matematika dasar, dan pengetahuan ringan. Jadi, aku akan revisi rencana pembelajaranku. Aku masih menggunakan GPT untuk membuat rencana belajar dan sebagainya, akhirnya jadilah rencana berikut:

πŸ—“️ Minggu 1–2: Bahasa & Membaca

Tujuan: Meningkatkan kemampuan membaca dan pemahaman bacaan.

πŸ“Œ Langkah-langkah:

  1. Baca buku ringan seperti komik edukatif (Why? Series), novel ringan, atau artikel populer.

  2. Gunakan audiobook untuk membiasakan diri dengan mendengar dan memahami informasi.

  3. Baca berita atau artikel ilmiah populer (misalnya dari National Geographic, BBC Science, atau Historia).

  4. Latihan menulis: Setiap hari, tulis ringkasan dari apa yang kamu baca atau dengar.

🎯 Target: Selesai membaca 1 buku atau 10 artikel dalam 2 minggu.


πŸ—“️ Minggu 3–4: Matematika Dasar

Tujuan: Menguasai operasi hitung, pecahan, aljabar dasar, dan logika matematika.

πŸ“Œ Langkah-langkah:

  1. Latihan hitungan dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian).

  2. Pahami konsep pecahan, persen, dan desimal.

  3. Pelajari aljabar dasar (persamaan sederhana, variabel, dan grafik).

  4. Latih logika dengan teka-teki matematika (bisa pakai aplikasi seperti Brilliant atau Khan Academy).

🎯 Target: Kuasai operasi dasar dan selesaikan 20 soal latihan setiap minggu.


πŸ—“️ Minggu 5–6: Pengetahuan Umum (Sains & Sejarah)

Tujuan: Memahami konsep dasar sains dan sejarah dunia.

πŸ“Œ Langkah-langkah:

  1. Tonton video edukatif dari kanal seperti Kurzgesagt, CrashCourse, dan Veritasium.

  2. Baca buku atau artikel pendek tentang fisika dasar, kimia, dan biologi.

  3. Pelajari sejarah dunia (Revolusi Agrikultur, Perang Dunia, Revolusi Industri).

  4. Buat mind map dari topik yang sudah dipelajari.

🎯 Target: Tonton minimal 10 video edukatif dan buat catatan penting.


πŸ—“️ Minggu 7–8: Logika & Berpikir Kritis

Tujuan: Mengenali bias, falasi logika, dan meningkatkan cara berpikir rasional.

πŸ“Œ Langkah-langkah:

  1. Pelajari jenis-jenis bias kognitif (seperti confirmation bias dan survivorship bias).

  2. Pahami falasi logika (seperti strawman argument dan slippery slope).

  3. Latihan menganalisis argumen dari berita, opini, atau debat.

  4. Selesaikan teka-teki logika dari game seperti Sudoku atau permainan deduksi.

🎯 Target: Kuasai 5 jenis bias kognitif dan selesaikan 10 teka-teki logika.


πŸ—“️ Minggu 9–10: Ekonomi Dasar

Tujuan: Memahami cara kerja uang, pasar, dan keuangan.

πŸ“Œ Langkah-langkah:

  1. Pelajari konsep dasar ekonomi (permintaan-penawaran, inflasi, pajak).

  2. Tonton video ekonomi dari Economics Explained.

  3. Pahami cara mengelola uang pribadi (budgeting, investasi dasar).

  4. Baca buku seperti "Rich Dad, Poor Dad" atau artikel tentang keuangan pribadi.

🎯 Target: Bisa menjelaskan konsep inflasi, pajak, dan cara menabung dengan baik.


πŸ—“️ Minggu 11–12: Teknologi & AI

Tujuan: Mengenal konsep kecerdasan buatan, pemrograman, dan data.

πŸ“Œ Langkah-langkah:

  1. Pelajari konsep dasar komputer dan internet (cara kerja CPU, jaringan, enkripsi).

  2. Pelajari dasar kecerdasan buatan (neural network, machine learning, chatbot).

  3. Mulai belajar pemrograman sederhana (Python, JavaScript).

  4. Coba proyek mini seperti membuat chatbot sederhana atau program kecil.

🎯 Target: Bisa memahami dasar AI dan mencoba kode pertama dalam Python.


πŸ—“️ Minggu 13–14: Psikologi & Kognisi

Tujuan: Memahami cara kerja otak, emosi, dan pengambilan keputusan.

πŸ“Œ Langkah-langkah:

  1. Pelajari cara kerja memori dan otak.

  2. Baca tentang emosi dan pengaruhnya terhadap keputusan.

  3. Pelajari teknik untuk meningkatkan daya ingat dan fokus.

  4. Lakukan eksperimen kecil (seperti menguji efek tidur terhadap memori).

🎯 Target: Bisa menjelaskan bagaimana otak mengambil keputusan dan cara meningkatkan fokus.


πŸ’‘ Tips Tambahan untuk Konsistensi

Gunakan metode belajar aktif → Buat catatan, ajarkan orang lain, dan lakukan latihan.
Ikuti komunitas belajar → Bisa gabung di forum Discord, grup Telegram, atau komunitas edukasi.
Gunakan teknik Pomodoro → Belajar 25 menit, istirahat 5 menit agar tidak cepat lelah.
Evaluasi setiap bulan → Cek progress dan buat target baru.

Tiap tahap dilakukan dalam jangka 2-3 minggu, meskipun aku tidak yakin bisa membaca 1 buku dalam waktu 2 minggu πŸ˜… tapi akan ku coba dahulu. Namun, seperti yang dr. Jordan bilang dalam esainya tempo lalu, kurangi distraksi ketika akan bekerja. 

Oh ya, tips berikutnya adalah menjadikannya seseru bermain game, dengan sistem reward, alur cerita, dan sebagainya. Yah, aku masih berjuang untuk itu :)